Tips menonton video menggunakan layar berresolusi HD
Bagi yang suka video dan memiliki layar beresolusi HD (16 : 9) tentulah menginginkan video yang dimainkan memenuhi layar . Hal ini tentu bisa dilakukan bila video tersebut memang beresolusi HD (16 :9 ), namun bila video tersebut beresolusi 4:3 maka akan ada bagian yang berwarna hitam seperti pada gambar di bawah ini:
Untuk bisa menonton dengan “benar-benar fullscreen” (menghilangkan bagian yang hitam) ada trik yang bisa kita gunakan. Berikut adalah contoh trik dalam 2 player yang biasa saya gunakan, yaitu Media Player Classic dan VLC: Read more…
Memodifikasi New Grub Boat Loader (1.97 beta)
Bingung…. ya itulah kesan pertama kali ketika saya ingin mengutak atik grub menu yang terpasang di Linux Mint 8. Konfigurasinya sangat berbeda dengan grub yang digunakan di Mint versi 7 kebawah. Coba saja lihat isi direktori /boot/grub niscaya anda akan terbengong-bengong meliat betapa banyaknya file disana ( -__-”)
Akhirnya setelah utak atik begitu banyak file, ada satu clue yang didapat dari file /boot/grub/grub.cfg . Di dalam filet tersebut terdapat tulisan peringatan seperti ini :
# DO NOT EDIT THIS FILE
#
# It is automatically generated by /usr/sbin/grub-mkconfig using templates
# from /etc/grub.d and settings from /etc/default/grub
Tutorial GIMP : Mencerahkan Foto Suram
Banyak cara bisa dilakukan untuk mencerahkan foto. Salah satunya yang paling sederhana adalah dengan menggunakan fasilitas Color pada GIMP. Pada artikel ini saya akan mencontohkan pemanfaatan Color untuk mencerahkan foto dan memberikan efek fotografis yang unik.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Read more…
Tutorial GIMP : Membuat Border Dengan Quick Mask
Bosan dengan border yang hanya berupa kotak tanpa variasi? Berikut ini adalah trik mudah dengan menggunakan quick mask untuk membuat border atau tepian gambar berbagai variasi sesuai dengan keinginan kita, sehingga bisa dihasilkan border-border seperti di bawah ini :
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Read more…
Tutorial GIMP : Menghapus Noda
Adakalanya kita ingin menghapus noda atau beberapa bagian dari foto dengan halus. Sebagai contoh adalah menhapus noda yang terdapat dalam gambar sebelah kiri di bawah ini sehingga menjadi gambar di sebelah kanan :
Langkah-langkah yang mudah untuk melakukan ini adalah sebagai berikut : Read more…
Tutorial Gimp : Zoom Blur
Trik Gimp berikutnya yang akan saya bagikan adalah membuat Zoom Blur dengan sedikit modifikasi. Berikut ini adalah contoh hasilnya :
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Read more…
Tutorial Gimp : Grayscale Background
Kali ini kita akan mencoba trik sederhana yaitu memodifikasi background. Dalam hal ini kita akan membuat backgrund grayscale sehingga dapat menghasilkan foto seperti ini :
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : Read more…
Tutorial Gimp : Mengenal Aa Gimp
Gimp adalah salah satu Image editor yang sifatnya freeware dengan kemampuan yang powerfull dan dapat disetarakan dengan Ph*t*sh*p. Bagi kita yang memiliki budget terbatas (atau bahkan tak punya budget) namun ingin bermain main dengan image editing, GIMP adalah pilihan yang tepat karena dia disediakan secara gratis untuk dipergunakan baik untuk tujuan komersial maupun non komersial.
Bagi saya yang dahulu pada masa “jahiliyah” sudah terbiasa menggunakan Ph*t*sh*p tanpa mbayar aka mbajak, berpindah menggunakan GIMP bukanlah suatu hal yang susah. Hanya perlu beberpa waktu untuk beradaptasi, walau awalnya sempat dipusingkan dengan beberapa perbedaan konsep antara Ph*t*sh*p dan GIMP. Tapi dengan semangat pengembangan OpenSource (lebay mode on) hal itu Insya Allah mudah diatasi. Read more…
Cara Install WPMU
Sebenarnya untuk instalasi WP-MU hampir tidak ada perbedaan dengan WordPress biasa, hanya saja ada beberapa konfigurasi web server yang harus diperhatikan ketika kita ingin menginstallnya.
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan membaca README.txt yang ada di folder instalasi WP Mu lalu ikuti petunjuk semua yang ada disana (ini WAJIB lho gak bisa ditawar). ^^
Berikutnya adalah cek konfigurasi php.conf di server anda. Cek baris-baris berikut :
Jika kita ingin agar kita dapat mengupload file menggunakan fasilitas yang disediakan wordpress maka pastikan file_uploads bernilai On. Untuk ukuran file maksimmal yang boleh diupload kita bisa mensettingnya di upload_max_file, misal 1024M. Dan jika kita ingin mengupload file dengan ukuran besar, maka kita juga perlu mengedit baris post_max_size, misal menjadi 1024M.
mysqldump: Got error: 1016: Can’t open file: ‘./databasename/table.frm’ (errno: 24) when using LOCK TABLES
Beberapa waktu lalu saya mengalami masalah cukup merepotkan ketika harus membackup database mysql dalam ukuran yang relatif besar. Jika kawan-kawan bertanya kenapa saya tidak menggunakan PhpMyAdmin untuk membackupnya? Hmm… lupakan PhpMyAdmin, dia tidak mampu menghandle database dalam jumlah besar, alih-alih mendapatkan backup database, yang kita dapatkan hanyalah timeout @_@ Read more…
Mengubah DNS secara manual di LINUX
Untuk mengubah alamat DNS secara manual di Linux adalah :
- Pastikan anda memiliki root privilege. Anda bisa menggunakan perintah su - di Fedora atau sudo su - di Ubuntu
- Buka file /etc/resolv.conf menggunakan teks editor (misal vim). Contoh : vi /etc/resolv.conf
- tambahkan baris nameserver [alamat DNS] (ganti [alamat DNS] dengan alamat DNS yang anda inginkan). Contoh : nameserver dns.web.id
Membangun FTP Server di LINUX
Untuk membuat FTP server di LINUX (dalam tutorial ini kita menggunakan Linux CentOS) bisa menggunakan beberapa aplikasi ftp server. Salah satunya adalah VSFTPD (Very Secure FTP Daemon). Cara membuat ftp server menggunkaan vsftpd adalah sebagai berikut :
- Buka senjata canggih linux, yaitu terminal ^-^
- Pastikan anda memiliki root privilege. Ketikkan su - , lalu masukkan password root anda.
- Install vsftpd, ketikkan yum install vsftpd
- Setelah terinstall, nyalakan service vsftpd. Ketikkan /etc/init.d/vsftpd start
- Pastikan vsftpd berjalan secara otomatis tiap kali komputer direstart. Ketikkan chkconfig vsftpd on
Konfigurasi vsftpd ada di /etc/vsftpd/vsftpd.conf.
Mengubah Konfigurasi VSFTPD
Pada artiket sebelumnya kita hanya membahas cara membangun FTP server menggunakan VSFTPD. Nah ada artikel ini akan dibahas beberapa konfigurasi dari vsftpd dan cara mengubahnya :
- Seperti biasa, kita buka senjata andalan linux yaitu terminal.
- Gunakan teks editor favorit anda (saya menggunakan vim) untuk mengedit file /etc/vsftpd/vsftpd.conf
- Bila anda ingin user anonymous dapat menggunakan ftp, tambahkan atau edit baris ini :
- anonymous_enable=YES
- Sebaliknya bila anda tidak ingin user anonymous dapat menggunakan ftp, ubah nilai baris diatas menjadi NO seperti di bawah ini :
- anonymous_enable=NO
- Bila anda ingin lokal user (user pengguna komputer namun bukan root user) dapat login menggunakan ftp protokol, tambahkan atau edit baris ini :
- local_enable=YES
- Sebaliknya bila anda ingin lokal user (user pengguna komputer namun bukan root user) tidak dapat login menggunakan ftp protokol ubah nilai baris diatas menjadi NO.
- Bila anda ingin mengubah root directory dari user anonymous (default root directorynya ada d /var/ftp), tambahkan atau edit baris ini :
- anon_root=<anonymous user root directory yang anda inginkan>
- Terakhir jangan lupa untuk mensave konfigurasi tersebut ^-^
Mengunci FTP user di dalam direktori home
Pada tutorial kali ini kita menggunakan sistem operasi CentOS Linux dan program VSFTPD. Secara default direktori root untuk setiap local user ftp (non anonymous) ada di / . Namun jika kita ingin memindah root direktori dari local user ke dalam direktori home mereka masing-masing kita bisa mengubah konfigurasi vsftpd (/etc/vsftpd/vsftpd.conf). Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- buka terminal.
- pastikan anda memiliki root privilege, contoh : su -
- buka file /etc/vsftpd/vsftpd.conf menggunakan editor, misal : vim /etc/vsftpd/vsftpd.conf
- Ubah atau tambah atau uncomment baris-baris ini :
- chroot_local_user=YES
- chroot_list_enable=YES
- chroot_list_file=/etc/vsftpd/chroot_list
- restart service vsftpd, contoh : /etc/init.d/vsftpd restart
Dengan cara diatas semua ftp root directory tiap local user ada di home directory masing-masing user. Jika anda ingin membuat pengecualian untuk user tertentu agar root directorynya tetap berada di / anda dapat menuliskan nama user tersebut di file /etc/vsftpd/chroot_list.
Namun jika anda ingin agar hanya user tertentu saja yang ftp root direktorinya pindah ke home direktori masing-masing anda dapat mengubah paramater baris chroot_local_user menjadi NO seperti ini chroot_local_user=NO lalu menuliskan user yang ingin dipindah root direktorinya ke dalam file /etc/vsftpd/chroot_list.
Memfilter login SSH user di LINUX
Tutorial ini berisi beberapa pilihan untuk memfilter user yang boleh melakukan remote login menggunakan ssh. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- buka terminal.
- pastikan anda memiliki root privilege, contoh : su -
- edit file /etc/ssh/sshd_config, contoh : vim /etc/ssh/sshd_config
- Jika anda tidak ingin root user dapat login tambahkan, edit atau uncomment baris : PermitRootLogin no
- Jika anda ingin hanya user tertentu saja yang dapat login tambahkan, edit atau uncomment baris : AllowUsers <user1> <user2> <user3> . Ganti <user1> dengan username yang anda ijinkan untuk login.
- Jika anda ingin beberapa user tidak dapat login tambahkan, edit atau uncomment baris : DenyUsers <user1> <user2> <user3>
- Jika anda ingin hanya group tertentu saja yang dapat login tambahkan, edit atau uncomment baris : AllowGroups <group1> <group2> <group3>
- Jika anda ingin beberapa group tidak dapat login tambahkan, edit atau uncomment baris : DenyGroups <group1> <group2> <group3>
- setelah selesai jangan lupa mensave (misal <Esc> : wq) dan merestart service ssh (misal /etc/sshd restart)
Untuk lebih jelas lagi silahkan ketik man sshd_config








$ lastlog