Tips memilih provider internet mobile

Sebelum kita mulai memilih, ada baiknya saya sampaikan dulu bahwa saya bukanlah seorang expert dalam bidang pilih memilih provider ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana tips memilih provider internet, utamanya mobile broadband internet. Akan sangat menyenangkan bila pembaca sekalian juga ikut memberikan kritik saran serta tambahan tips terkait dengan tema ini.

Seperti yang kita ketahui ada 2 standar dalam mobile telephony, GSM dan CDMA. Dan yang patut digaris bawahi modem untuk kedua standar ini berbeda, jadi jangan sampai membeli modem GSM lalu diisi kartu CDMA atau sebaliknya. High speed mobile broadband untuk GSM menggunakan HSDPA sedangakan untuk CDMA menggunakan EVDO. Contoh paket dari provider yang menawarkan teknologi HSDPA adalah IM2 Broom, sedangkan untuk EVDO adalah AHA, SMART, dll. Untuk memilih provider, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Jangkauan jaringan (coverage area) dari provider
  2. Tarif
  3. Promo paket (bila ada)
  4. Service Center dan Customer Care
  5. Review dari pelanggan
  6. Perkirakan jumlah pelanggan

1. Jangkauan jaringan (coverage area) dari provider

Mungkin jangkauan jaringan adalah hal tepenting yang harus diperhatikan ketika kita akan memilih provider mobile internet. Meskipun ini adalah mobile, tapi tentunya ada batasan daerah layanannya. Contoh coverage area dari beberapa provider bisa dilihat pada link berikut :

Misalkan anda adalah seorang mahasiswa rantauan maka yang harus anda pikirkan adalah ketersedian jaringan di tempat anda kuliah dan di kampung halaman anda. Jangan sampai anda bisa lancar internetan di kota tempat anda kuliah tapi tidak bisa terkoneksi ke internet sama sekali ketika sedang pulang kampung.

Sebenarnya hal ini (coverage area) adalah kewajiban yang harus disampaikan penjual kepada calon pelanggan sebelum calon pelanggan tersebut membeli layanan mobile internet, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

2. Tarif

Tentunya tidak asing lagi bahwa tarif adalah hal yang harus diperhatikan. Yang harus kita pertimbangakan ketika memilih tarif antara lain:

  • Berapa banyak pilihan tarif yang disediakan?
  • Bagaimana perbandingan dengan tarif provider lain?
  • Berapakah speed dan quota internet yang kita dapatkan dengan tarif tersebut?
  • Berapakah threshold quota atau fair usage (batas maksimal data yang dapat dipakai sebelum speed diturunkan – umumnya ada pada paket unlimited) dari tarif tersebut?
  • Bagaimana prosedur isi ulangnya?

Hal-hal itulah yang harus diperhatikan ketika memilih tarif. Tambahan lagi bahwa umumnya speed atau quota dituliskan dalam satuan bit (Kb, Mb untuk quota dan Kbps, Mbps untuk speed). Sedangkan di komputer umumnya tertulis dalam satuan Byte (KB, MB untuk quota dan KBps, MBps untuk speed). 1 Byte = 8 bit. Jadi jika max speed dari satu tarif tertulis 256 Kbps maka itu sama dengan 32 KBps. Jadi jangan marah dulu ketika anda melihat speed download anda hanya 32 KBps ketika anda menggunakan paket 256 Kbps🙂

3. Promo packet (bila ada)

Paket promo biasanya ini mencakup modem beserta paket internet. Sebenarnya kita bisa membeli modem secara terpisah, namun provider seringkali mengeluarkan paket promo ini untuk memudahkan calon pelanggan (sebenarnya ini juga untuk mencegah pelanggan berpindah ke provider lain, karena umumnya modem tersebut di kunci sehingga tidak bisa diisi dengan kartu dari provider lain).

Selain modem dan paket internet, provider biasanya juga menawarkan bonus internet gratis selama kurun waktu tertentu, seperti SMART sempat menawarkan internet gratis selama 90 hari atau AHA yang menawarkan internet unlimited gratis selama 50 hari. Saya pribadi ketika memilih paket promo punya perhitungan sendiri. Misalkan harga paket promo adalah 500 ribu rupiah yang terdiri dari modem, paket internet dan bonus internet unlimited gratis selama 50 hari, maka 500 ribu akan saya bagi 50 hari = 10 ribu / hari. Dengan kata lain saya harus membayar 10 ribu rupiah untuk internetan selama 1 hari penuh. Hmmm tidak rugilah kalau misalkan setelah bonus habis saya berpindah ke provider lain, mengingat kalau harus internetan dari warnet selama seharian penuh pasti lebih mahal dari itu, belum lagi harus berurusan dengan ketidaknyamanan (panas, tempat sempit) dan ketidakamanan (rawan pencurian password dan data lain) di warnet.🙂

4. Service Center dan Customer Care

Jika anda membeli paket promo, pastikan modem dalam paket tersebut memiliki garansi dan anda juga harus tahu harus datang atau dikirim kemana bila terdapat kerusakan pada modem tersebut. Tanyakan juga bagaimana cara menghubungi customer care dari provider tersebut bila nantinya anda menemui masalah selama menjadi pelanggannya.

5. Review dari pelanggan

Review dari pelanggan yang telah menggunakan provider tersebut akan sangat berguna. Banyak informasi teknis maupun non teknis yang bisa didapatkan dari mereka. Misalkan berapa rata-rata speed internet yang mereka dapatkan ketika menajadi pelanggan provider tersebut. (Ingat!! speed yang disampaikan oleh provider adalah max speed, maksudnya speed yang sebenarnya bisa digunakan ketika dalam kondisi yang optimal. Sedangkan speed yang kenyataannya diterima pengguna bergantung pada lokasi, kondisi daerah (banyak gedung atau tidak), jumlah pelanggan yang menggunakan dan masih banyak faktor lainnya.)

Tanyakan juga bagaimana kualitas layanan provider tersebut di tempat anda akan menggunakannya. Misalkan anda akan menggunakan layanan SMART di Bandung. Tanyakanlah apakah kondisi sinyal disana bagus atau tidak, apakah koneksinya lancar atau putus nyambung, dan pertanyaan lainnya yang relevan.

6. Perkirakan jumlah pelanggan

Kadang kita lupa memperhatikan hal yang satu ini. Kita juga harus bisa memperkirakan berapakah jumlah pelanggan provider tersebut di daerah itu. Semakin banyak pelanggan di daerah tersebut cenderung menyebabkan kualitas layanan menurut (walau tidak semua provider demikian). Penyebabnya antara lain keterbatasan kemampuan hardware (BTS, Komputer Server, dll) dan keterbatasan bandwidth yang dimiliki oleh provider tersebut.

Saya telah sering mendengar keluhan penurunan kualitas layanan provider dari teman-teman saya yang menggunakan jasa mobile internet ketika jumlah pelanggan mereka semakin banyak. Kakak saya yang bekerja di jasa penyedia internet juga pernah menceritakan bahwa ada kalanya jaringan di satu daerah dalam satu kota mengalami overload akibat penumpukan jumlah pengguna, contoh pada daerah perumahan padat pada malam hari, padahal di daerah yang lain pada kota yang sama kondisi jaringan sangat lancar.

Maka dari itulah kita harus bisa memperkirakan jumlah pelanggan agar kita tidak terjebak dalam daerah yang jaringannya mengalami overload.

Itulah tips yang mungkin bisa saya berikan dalam memilih provider mobile internet. Semoga bermanfaat🙂

“Feel free to distribute this article, but please respect the writer by mentioning the source

10 thoughts on “Tips memilih provider internet mobile

  1. Saya tinggal di malang kota. Sebelumnya saya pakai ‘flash’, bukan hanya lambat tetapi jarang sekali bisa konek baik pagi, siang, pun tengah malam menjelang pagi. Kalau toh sempat konek, bisa dipastikan ter putus2. Sangat mengecewakan !!
    Baru2 ini saya ganti ‘aha’, hampir sama saja, penyakitnya ter putus2, harus sering refresh, connect disconnect bolak balik, hanya bedanya aha masih mau nyambung lagi meski harus coba ber kali2. Pikir ulang yang mau pake kedua provider di atas. Selanjutnya saya pinjam teman dengan merk tertentu, sampe saat ini cukup lancar, meski sekali2 pernah putus, tapi cukup memuaskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s